Bergembira Bersama Anak-Anak

Luar biasa tema yang diangkat oleh TDA Peduli tahun 2009 ini. Anak yatim yang biasanya diangkat sebagai obyek dalam kegiatan amal ataupun kegiatan sosial yang lain telah diubah posisinya, bukan sebagai obyek tapi sebagai subyek.

Mereka layak bergembira, dan mari kita gembirakan para anak yatim itu. Kita ajak mereka nonton film, kita ajak mereka bersilatutrahmi dalam tali sholat jamaah Asar dan kita ajak mereka bernyanyi-nyanyi dalam suasana santai dan penuh persaudaraan.

Ide ini muncul dalam rapat para panitia TDA Peduli 2009 yang tidak sempat saya hadiri. Kebetulan memang saya selalu tidak bisa hadir kalau ada acara rapat TDA Bekasi, tercatat hanya sekali saya hadir [dengan pakaian kerja dan bau badan yang nempel].  Saya biasanya aktif saat kegiatan berlangsung, terlalu aktif malah [hehehe…]

Semoga ketidak hadiran saya itu membawa berkah, contohnya ya ide acara ini. Coba kalau ada saya, mungkin ide cemerlang ini tidak akan terlontar [halah…berandai-andai gak boleh mas…]

Jadi beginilah kira-kira susunan acara  “Bergembira Bersama Anak-Anak” di Islamic Centre Bekasi, 13 September 2009.

– 14.00 – 16.00 : Pemutaran  film Laskar Pelangi dan sholat Ashar
– 16.00 – 16.30 : Game Bersama Anak-anak Yatim
– 16.30 – 16.45 : Marawis
– 17.45 – 17.30 : Sambutan Panitia, Penasehat TDA, Founder TDA dan President TDA
– 17.30 – 17.50 : Tausiyah Ustadz H. Abdoel Rochimi,SEI, MA
– 17.50 – 18.30 : Buka, Sholat Maghrib berjamaah di Masjid Islamic Center
– 18.30 – 19.00 : Makan bersama, penutup, anak2 baris untuk dibagi bingkisan dan angpaw, sekaligus pulang/ masuk masjid untuk Sholat Isya dan Sholat Tarawih.

Ada sekitar 500 bingkisan yang dibagikan dan akan dihadiri oleh sekitar 500 anak dari berbagai Panti Asuhan, Yayasan dan Pondok Pesantren. Terdapat 50 Bingkisan khusus akan diberikan kepada Panti Asuhan Bayi di Cipayung.

Seksi acara ini pak Rawi, yang juga blogger kompasiana, akan terlihat sibuk dengan acara ini, tapi beliau juga masih mau lebih sibuk lagi, jadi kalau masih ada yang belum sempat kirim santunan ke panitia, silahkan kirim lagi secepatnya.

Biarkan pak Rawi dan panitia lainnya tambah sibuk, semoga Allah swt membalas amalan para panitia yang super sibuk di hari-hari menjelang tanggal 13 September 2009.

Meski saya juga punya acara sendiri, peluncuran buku pak Dhe ngeblog, tapi saya tetap konsisten untuk hadir di acara ini. Tentunya saat buka puasa, saya harus sudah muncul di Resto Samikuring, tempat saya meluncurkan buku pertama “Pak Dhe nGeBloG“.

Peluncuran buku ini sudah ditargetkan sejak beberapa bulan lalu, baik tempat maupun harinya. Mas Nu sudah jauh hari melakukan blok terhadap hari ini, jadi tidak ada alasan lagi untuk pindah ke lain hari.

Semoga dua acara yang berbarengan ini sama-sama sukses dan sama-sama barokah.

Insya Allah amin.

+++

artikel terkait

peluncuran buku pak Dhe NgeBloG

TDA Peduli 2009

Bedah Buku Pak Dhe NgeBloG

+++

Rekening panitia TDA Peduli 2009

  1. BCA KCP Ciputat, No Rek : 6760151775 a/n: Yulinawati
  2. Bank MANDIRI KCP Jl. Sunda, Jakpus, No.Rek: 103 000 4649857, an : Anita Yuniar
Iklan
Published in: on September 10, 2009 at 11:46 pm  Comments (3)  
Tags: , , , , , , ,

MMC2 : Demo Masak Mie Pageti

Luar biasa semangat pak Ipung pada pertemuan MMC2 hari ini. Datang paling duluan dan lengkap dengan pasukannya. Sudah begitu, ketika acara MMC2 telah usai, pak Ipung langsung mampir ke Cimart untuk melanggengkan budaya solusi belanja hemat.

Bintang hari ini jelas pak Iman yang biasanya menjadi tukang suruh-suruh, hari ini berubah menjadi tukang disuruh-suruh.

“Ditekan saja pak, jangan digerus. Biarkan pecah tapi tidak sampai hancur”, begitu kata komandan Mie Perto, dan pak Iman tanpa reserve langsung mengerjakan semua perintah yang didengarnya.

Dimulai dari buat adonan berdasar rumus yang dissmpaikan, kemudian dilanjutkan dengan pemotongan adonan dan pem,buatan adonan menjadi segi empat, maka dalam beberapa saat saja terciptalah mie yang dijamin enak dan tanpa bahan pengawet.

 buat selendang tepung dan masukkan ke mesin
jadilah mie yang segar dan berkualitas

Begitulah kelebihan dan kelemahan mie perto ini. Kelebihannya jelas pada mutu yang sangat tinggi dan rasa yang segar karena memang dibuat pada saat itu dan dimasak pada saat itu juga. Kelemahannya, kalau kita tidak siap, maka saat pelanggan datang berbondong-bondong, maka kita bisa kecapekan membuatnya.

 
pak Nas asyik mencatat petunjuk sang Kaisar
 
masukkan dalam air panas 12 detik saja
 
tambahkan sawi segar 

sawi nan segar [direndam dalam cairan cuka 10 menit dan pilih sawi yang daunnya berlubang]

“Kalau bapak-ibu nanti sudah mempunyai produksi lebih dari 3 kg, itu adalah saat untuk membeli mixer. Tangan kita sudah tidak sanggup lagi untuk membuat mie yang enak dan bermutu tinggi”, begitu penjelasan sang kaisar Perto.

 
kecapnya harus kecap bango ya…
[kalau tidak rasanya akan rusak]

“1 kg tepung ini bisa untuk 18 mangkok dan cukup pakai bumbu satu plastik kecil ini. Harganya hanya 5 ribu saja per-bungkus”, lanjut sang Kaisar,

“Pada umumnya seorang pedagang mie selalu khawatir kalau mienya tidak laku, maka apa yang terjadi?”

“Mienya bener gak laku pak”

“Nah .. begitulah. Kita ini punya pikiran dan yang terjadi akan sesuai dengan pikiran kita”

“Kalau kita punya niat begini pak, kalau gak laku makanan ini kan bis akita makan sendiri, gimana pak?

“Ya sama saja, tetep gak laku mienya, karena sudah yakin mau dimakan sendiri”

Kamipun tertawa mendengar tanya jawab yang dari awal memang selalu segar dan penuh canda tawa.

“Khawatir yang benar itu begini”

“….”

“Kita boleh khawatir kalau mie kita kelarisan dan labanya kebanyakan, sementara semua mesjid di sekitar kita sudah kita sumbang”

“Nah… itu baru kit aboleh kahwatir, kemana ya kita sedekahkan kekayaan kita ini”

Luar biasa memang cara sang kaisar Perto ini memberi semangat pada kita-kita. Rasanya perlu ada demo lagi di rumahku agar aku bisa ketularan jualan mie.

pilih tepung dengan kandungan protein tinggi
perlu cara khusus untuk mie keriting, tapi gampang kok mbuatnya
.
Published in: on Juli 11, 2009 at 1:15 pm  Comments (1)  
Tags: , , ,