Soft Opening : “Pondok Rasa Cimandiri”

Target untuk memulai usaha warung nasi sederhana khas Sunda di tanggal 6 September akhirnya bisa terlaksana. Dengan disertai perjuangan tiada henti dan doa (terutama panitia pembangunan mesjid yang selalu mendoakan : “semoga disehatkan keluarganya, dimudahkan usahanya…….”), Minggu sore jam 16.30 warung nasi sederhana “Pondok Rasa” Cimandiri secara simbolik dibuka oleh ketua mmc1, Bapak Mualif.

“Bismillahirahmanirohim, dengan ini warung nasi sederhana Pondok Rasa Cimandiri dibuka”.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan WIFLE. Berhubung waktunya hampir mendekati bedug magrib akhirnya disepakati WIFLE hanya membahas mengenai strategi dan langkah-langkah yang harus diperbaiki untuk melanjutkan oleh pengelola warung nasi sederhana khas sunda ini. Karena baru buka, warung ini masih banyak yang harus dibenahi seperti kesan polos bisa disiasati dengan memasang penyekat setengah badan didepan warung.

Suasana diskusi mmc1 yang penuh ide-ide brilianLokasi warung yang berada dilingkungan ruko dengan banyak usaha bengkel, memungkinkan untuk karyawan bengkel setingkat operator melakukan pembayaran secara tempo/bayar habis gajian. Menanggapi hal ini team mmc1 memberikan masukan untuk melakukan pendekatan dengan pemilik usaha sehingga ada jaminan pembayaran dengan cara memotong langsung dari karyawan yang bersangkutan. Selain itu diperlukan langkah menyebar brosur untuk menginformasikan bahwa di ruko Cimandiri telah hadir warung nasi sederhana. Dinding warung yang masih putih akan lebih menarik jika ditampilkan daftar menu.

Tak terasa waktu bedug magrib hampir tiba, segera saja WIFLE ditutup dengan doa untuk dilanjutkan dengan buka puasa bersama.

“Rasanya mantap Mas Gun udah layak jual nih”, komen Pak Eko.

“Sambalnya juga oke nih Mas Gun”, timpal Pak Rui.

“Alhamdulillah, rasa udah bisa diterima lidah”.

“Loh, kok warung nasi sunda ada urapnya?”, tanya Pak Mualif keheranan.

“Masakan sunda ada urapnya juga Pak”.

“Wah ada labu siam rebus juga ya, coba ah…,”

Alhamdulillah respon dari teman-teman mmc1 cukup baik. Tinggal memantapkan penjualan jumlah porsinya saja. Sekarang ini baru soft opening, insya allah setelah lebaran akan diadakan grand opening. Pak Rui siap mensupport dengan team unplugg-nya, free. Semoga kedepan warung nasi sederhana ini bisa maju seperti RM Sami Kuring-nya Pak Wisnu.

Amien….

Buka stand di Heritage of Percussion

Buka stand di Heritage of Percussion

Iklan
Published in: on Januari 3, 2010 at 10:53 am  Comments (1)  
Tags: ,

Rekreasi Keluarga TDA BEkasi

Acara demo membuat mie PERTO, akhirnya berubah menjadi rekreasi keluarga. Bagaimana tidak, hampir semua peserta membawa buntut masing-masing. Ada yang lengkap sampai ke anak dan istri ada juga yang hanya membawa anak atau istri doank.

Suasana tentu saja jadi penuh guyub dan rukun. Kuperhatikan satu demi satu mereka yang datang terlambat. Mereka dengan perlahan-lahan mendekati arena demo dan mulai menikmati pentas tunggal pak Syam Perto.

Hampir tidak ada yang menggubris kedatangan para peserta yang terlambat, karena mereka sudah terbius oleh kedigdayaan sang suhu Syam Perto.

Mereka yang terlambat itu akhirnya mulai ikut tersenyum-senyum mendengarkan uraian yang selalu dibumbui oleh kekocakan sang suhu dan akhirnya merekapun ikut bersuara menimpali ucapan sang suhu.

Acara yang tadinya digagas oleh kelompok mastermind Cikarang 2 ini akhirnya memang menjadi arena untuk umum, artinya untuk semua warga TDA Bekasi. Bahkan ada juga warga di luar Bekasi yang ndaftar tetapi pada jamnya banyak yang tidak bisa datang.

Namun meskipun banyak yang tidak datang, tetapi ternyata yang datang malah lebih banyak dari yang tidak mendaftar. 20 bungkus bumbu dan daftar material+peralatan sudah ludes disimpan para peserta yang datang duluan, padahal peserta masih terus berdatangan.

Akhirnya dari daftar absen kulihat hanya 22 orang yang terdaftar dan mendaftar, selebihnya ada yang datang untuk belajar membuat mie tanpa peduli masalah daftar mendaftar. Salut buat MMC2 deh…!:-) Ini semua pasti gara-gara acara TDA Bekasi 2 Agustus 2009 yang mempertemukan orang gila beneran dengan orang yang beneran gila.

Pemikiran jangka panjangnya adalah bagaimana acara semacam ini diadakan secara rutin dan dengan peralatan yang sudah “ready” alias peralatan bersama.

Saat ini peralatan masih diadakan oleh beberapa orang, termasuk pak Syam meninggalkan beberapa peralatannya, agar kalau ada acara lagi dia tidak perlu membawa lagi dari rumah.

Ini sentilan atau ajakan tersembunyi dari pak Syam atau bukan aku tidak tahu, tetapi sebaiknya kita sikapi dengan mulai berpikir untuk pelatihan yang akan datang mungkin ada sekedar infaq untuk membeli peralatan baru yang bisa dipakai bersama.

Saat dialksanakan di rumah pak Ketua MMC2, pak Iman, maka semua peralatan dan bahan diadakan sendiri oleh pak Iman, sehingga yang datang benar-benar dipuaskan. Datang, duduk, dapat ilmu dan dapat kenyang [banget].

Menjelang siang aku pergi keluar sebentar karena anakku harus segera pulang ke Yogya dan ketika aku balik lagi ternyata peserta pelatihan sudah nambah lagi.

Tentu suasana menjadi makin ramai karena biang ribut sudah muncul. Siapa lagi kalau bukan pak Ato. Lelaki atau pria kecil yang selalu aktif bergerak tanpa bisa berhenti bergerak, sehingga paling susah dipotret.

Suasana pelatihanpun berubah menjadi suasana keakraban antar warga TDA BEkasi. Ada Poksa, MMB dan juga tuan rumah MMC. Belum lagi yang tidak kukenal dan langsung akrab saja [Sok Kenal Sok Dekat].

Pulang-pulang aku membawa banyak bingkisan dari kawan-kawan yang baru saja kukenal. Ada tetangga di kompleks Montana [aku di Puspita VII dan dia Puspita VIII], adajuga tetangga di Yogya [bersebelahan kampung].

Begitulah nafas TDA, saling memberi dan saling menerima sebagai suatu keluarga besar yang penuh rahmah.

Insya Allah. Amin.

++

Apa yang menarik dari bisnis waralaba Mie Perto ini?

Syarat yang sangat mudah, yaitu :

1. Beli bumbu pada pak Syam [5 ribu untuk 18 bungkus]

2. Bayar zakat 2,5% untuk disalurkan ke mereka yang membutuhkan [bukan ke pak Syam]

3. Ikuti dua syarat di atas dengan baik

4. Makin banyak berderma makin banyak rejekinya.

5. Tambahi sendiri kalau kurang, kalau dianggap cukup ya sudah, titik !

+++

Narsis Barengan

Narsis Barengan

kalau dijumlah sekitar 30 orang lebih yang hadir di acara ini

.

Published in: on Agustus 17, 2009 at 7:13 am  Comments (11)  
Tags: , , , ,

Demo Masak Mie MERDEKA [H-1]

Sore-sore setelah memberi sedikit kompor di kelompok mastermind Cikarang nomor 11 [POKSA 11], kami bertiga [pak Ipung, Pak Rui dan saya] menuju ke pasar Roxy untuk belanja bahan-bahan yang belum ada untuk acara demo masak mie MERDEKA 17 Agustus 2009 di Resto Samikuring.

Beli Ayam Potong Dadu

Beli Ayam Potong Dadu

Namanya laki-laki sejati nyemplung di pasar, ya kelihatan kaku. padahal sudah dibuat setenang mungkin. Hanya pak Rui yang terlihat sangat nyaman jalan-jalan di pasar ini.

“Ono minyak wijen gak?” [ada minyak wijen tidak], kata pak Rui akrab dengan pemilik toko.

“Golekke sing paling cilik yo [Carikan yang paling kecil ya]……!”

Yang jual sampai kemekelen [terpingkal-pingkal] sambil bilang, “ini sudah yang paling kecil pak”

Akhirnya sukseslah kami bertiga membeli bahan-bahan untuk acara besok pagi. Semoga tidak ada yang ketinggalan, sehingga acara besok bisa lancar. Amin.

Sampai ketemu di Demo Mie Perto MERDEKA, 17 Agustus 2009, di Resto Samikuring jam 09.00 s.d 12.00

MERDEKA !

+++

artikel [tidak] terkait

demo masak di pesantren

demo mie di MMC2

Published in: on Agustus 17, 2009 at 12:04 am  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , , , , , , ,