Infaq [gak] perlu Ikhlas [?]

“Apalah artinya bila kita menyumbang berjuta-juta, tapi tidak ikhlas? Sia-sia !”, begitu yang sering kita dengar dari para guru kita [jaman dulu].

Sekarang, apakah kalimat itu masih berlaku? Ataukah sudah ada kalimat lain yang lebih cocok untuk kondisi masa kini?

Sebuah imil dari pak Ato [KTB] yang kubaca di milis TDA menyadarkan aku bahwa kalimat itu sudah punya pesaing yang tidak kalah ampuhnya.

“Mau nyumbang? Gak perlu pakai ikhlas, sumbang saja, titik !”

Begitu kira-kira inti dari kalimat panjang lebar pak Ato.

“Dari sepuluh sumbangan yang kita berikan, siapa tahu ada sebagain kecil yang ikhlas kan lumayan”

“Bandingkan kalau kita tidak pernah nyumbang, maka kapan kita ikhlas pasti gak akan pernah terjadi”

Kupikir ada benernya juga pendapat itu.

“Mari kita latihan  ikhlas dengan cara menyumbang sesering mungkin, kemanapun ada kesempatan”

“Ikhlas itu perlu latihan, jadi dengan menyumbang sesering mungkin sama saja dengan latihan ikhlas. Kalau sering latihan, isnya Allah, nanti akan sukses untuk menyumbang dengan ikhlas. Amin”

Saat ini ada berita musibah gempa di sekitar Bandung, Garut, Ciamis, itulah saatnya dibuka acara latihan ikhlas. Setiap ada musibah maka itu seperti pembukaan training ikhlas.

Meski begitu, musibah tidak identik dengan kesempurnaan menuju keikhlasan. Latihan ikhlas yang benar adalah dengan melihat lingkungan kita sehari-hari.

Musibah itu bagai latihan ikhlas yang mudah dilakukan, karena memang sering ada nuansa riya’ di situ. Musibah seperti suatu faktor pendorong ikhlas dari luar, tapi dorongan ikhlas yang paling efektif awetnya adalah kemauan dari dalam diri kita untuk ikhlas.

Coba kita lihat sekeliling kita, tumbuhkan rasa empati dan mulailah menebar rahmah dengan mencoba berbagi apa saja yang bermanfaat bagi lingkungan kita.

Meski kadang ada juga faktor riya’, tapi perlu hati yang jernih untuk dapat memberikan sumbangan secara suka rela. Jadi mari kita lathan ikhlas mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri dan mulai sekarang !

Selamat latihan ikhlas, karena anggota TDA dituntut untuk selalu menebar rahmah dimanapun dia berada.

Published in: on September 5, 2009 at 9:37 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://mmc1.wordpress.com/2009/09/05/infaq-gak-perlu-ikhlas/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: