MMC1 di Bunderan Golf

Rencana pertemuan MMC1 minggu ini di Rumah pak Sangadi Graha Asri, namun karena beliau masih dalam tarap penyembuhan dari sakitnya akhirnya disepakati tempat pertemuan dilakukan ditempat terbuka tepatnya di Bundaran golf Jababeka.

Wah ternyata pertemuan di tempat terbuka lebih nyaman dan segar. Apalagi ditambah dengan makanan yang berlimpah. Namun sayang ada satu kendala yang agak mengganggu, MCK nya tidak ada. Terpaksa deh numpang di Presiden University atau Masjid Al Azhar, untuk buang hajatnya.

Sayang pertemuan kali ini tidak lengkap. Paling tidak ada 3 peserta yang tidak hadir. Namun walaupun demikian acara malah lebih semarak dan terasa agak terharu.

Bagaimana tidak, sebelum acara dimulai pak Rui menceritakan bagaimana perjuangannya membuat tabungan haji, dengan uang yang hanya Rp.505.000,-. Kemudian ditambah Mbak Wiwin yang merasakan rezkinya tambah deras mengalir setelah meniatkan diri berhaji dan membuka tabungan haji.

Oke. Selamat deh kepada mereka berdua yang telah mengambil langkah nyata membuka tabungan haji.

Mudah-mudahan rencana berangkat Tahun 2012 benar-benar terwujud. Berarti sekarang sudah ada 5 peserta yang sudah mempunyai tabungan haji. Pak nas dan Mas Gun rencananya pertemuan depan akan membuka tabungan hajinya.

Kami tunggu pak semoga dimudahkan.
Amin.

La yang lain gimana? Mas Ary dan Mbak yayuk.

Setelah peserta kumpul semua lalu Mas Gun membuka acara dan dilanjutkan dengan presentasi oleh Pak Nas, yang berbicara masalah “Pengaruh Mutu Terhadap Penjualan”. Begitu kira-kira judulnya.

Dari apa yang disampaikan pak Nas dapat disimpulkan bahwa trend pemasaran jaman sekarang dan akan datang akan ditentukan oleh keunikan dan kualitas barang .

Oleh sebab itu sekarang banyak kita temui perusahaan-perusahaan seakan berlomba melakukan inovasi untuk menjadi yang terunik dan unggul.

Untuk menjadi pemenang dalam persaingan ini pengusaha diharapkan memperhatikan setiap keluhan yang disampaikan pelanggan. Karena ternyata keluhan pelanggan mempunyai efek yang luar biasa.

Dari penelitian diproleh hasil bahwa 1 pelanggan yang kecewa sebenarnya mewakili 25 pelanggan yang lainnya. Sementara loyalitas pelanggan menentukan besar kecilnya profit dari perusahaan tersebut. Karena ternyata untuk mencari pelanggan baru biayanya lebih dari 10 x dibanding biaya untuk mempertahankan pelanggan yang ada. Dan yang menarik lagi ternyata ide inovasi 80 % karena adanya keluhan dari pelanggan. Karena itu jangan anda takut atau menghindari pelanggan yang mengeluh atau yang bawel sekalipun. Karena pelanggan yang bawel dapat dipakai untuk mempromosikan produk kita.

Lo kok bisa. Ya ceritanya begini, ketika om Bob Sadino masih jualan sayur pakai gerobak ke komplek-komplek perumahan. Om bob dikenal sebagai sebagai pedagang yang jujur dan baik hati.

Om Bob mempunyai pelanggan ibu-ibu yang bawel namun mereka ini mempunyai teman yang banyak karena aktip di berbagai kegiatan.

Selama ini ibu tadi puas dengan pelayanan om Bob. Suatu ketika om Bob menemukan ide untuk menggaet ibu-ibu di komplek itu agar menjadi pelanggannya. Ketika si ibu bawel ini membeli telur sengaja om Bob menyelipkan satu telur busuk. Kontak besuk nya om Bob mendapat dampratan. Om Bob sudah menduga akan terjadi hal semacam itu. Maka dia minta maaf dan akhirnya mengganti 1 telur busuk itu dengan 1 Kg telur yang bagus.

Wah Ibu bawel itu girangnya luar biasa dan dia tak henti-hentinya menceritakan pengalamannya itu kepada teman-temannya. Maka dengan seketika langganan om Bob meningkat lebih dari 2 x lipat.

Kemudian acara dilanjutkan dengan wifle. Giliran wifle yang pertama kali jatuh pada pak Mualif.

Pak Mualif merasa bersyukur sekali dimana pada bulan Juni yang lalu mendapat omzet tertinggi dalam 6 bulan terakhir di tahun 2009 ini.

Peningkatan omzet ini dibantu oleh peran internet. Dalam bulan itu tidak kurang 200 juta diperoleh melalui internet. Namun pak mualif juga tidak lupa meningkatkan peran sales door to door. Karena peras sales ini sangat penting untuk merebut pelanggan yang sudah dikuasai oleh pesaing. Namun pak Mualif merasa mempunyai kendala mencari sales yang dapat dihandalkan.

Ada saran ?

Wifle berikutnya giliran pak Nas. Beliau menceritakan usaha sabun curahnya yang mulai menunjukkan kemajuan. Beliau juga berkeinginan membuka usaha Mie Perto. Namun keinginan beliau ini mendapat tentangan teman-teman. “Kenapa tidak focus di usaha sabun curah saja”. Kata salah seorang teman. Padahal usaha ini sangat menjanjikan dan bisa menjadi usaha bersekala besar. Karena jika dilihat, usaha yang dilakukan tidak seberapa tetapi omsetnya bisa berlipat.

Apalagi jika mau benar-benar digeber, peningkatan omzetnya bukan hanya 100 % , bahkan ada teman yang optimis bisa meningkatkan omset 1000%.

Wajah pak nas nampak merah, seakan tak percaya. Itulah indahnya MMC1 selalu ingin temannya bisa meraih kesuksessan setinggi mungkin.

Kenapa ragu pak nas? Jangan kawatir teman-teman akan membantu dan berdoa.

“ dalam mengembangkan usaha yang penting adalah pengaturan keuangan. Jangan ingin lekas kelihatan kaya, tetapi berusahalah untuk menjadi kaya. Artinya jika ada uang atau profit gunakan untuk meningkatkan omset dan modal. Bukan untuk membeli barang asset apalagi yang konsumtip. Tahan segala keinginan sekuat tenaga nanti jika sudah berlebih bolehlah dipakai untuk memanjakan diri. Namun ingat jangan kosumtip.” Saran pak Mualif.

Matahari sudah semakin panas, namun nampaknya peserta sangat menikmati acara ini. Apalagi kita juga kedatangan tamu dari calon anggota MMC3.

Wifle berikutnya giliran Mas Eko. Beliau mengeluhkan akhir-akhir ini tidak focus pada keinginannya untuk menulis padahal tanggal 14 September sudah semakin dekat.

Beliau juga mengutarakan ingin membuka mie perto. Namun dia takut tidak nyambung dengan kegilaanya untuk menulis.

Menanggapi kepesimisanya mas EKO, teman yang lain menyaut.” Anda tahu pemilik burger dari bali ? jika gak salah namanya Londen, beliau ini hanya lulusan STM. Sekarang beliau sukses menjadi juragan Burger dan menulis buku best seller 4 judul. Hanya lulusan STM. Kita ini sarjana nulis saja gak bisa apalagi jadi buku.” Kata pak Mualif seakan geregetan pada dirinya sendiri.

Setelah mas Eko kini giliran mas Rui yang punya JM studio itu. Ada satu hal yang perlu dicatat dari apa yang diutarakannya. Jika ada peluang tangkap dulu. Baru dipikirkan. Gak masalah kali ini rugi atau untung tipis tetapi yang penting kita dapat pengalaman dan tentunya calon pelanggan setia. Karena itu tidak salah jika mas Rui selalu nampak semangat dan peluang terus mengalir. Karena semangatnya sampai-sampai mau buka tabungan haji uangnya hanya pas-pasan.

Giliran berikutnya Pak Agus yang masih kelihatan gamang untuk memilih usaha apa yang akan ditekuni. Bisnis bengkelnya sebenarnya sudah mulai nampak ada kemajuan karena sudah bisa dipakai untuk menggaji karyawannya. Namun masalah masih terus datang, teknisinya pergi lagi.

“ wah itu pertanda bapak mulai maju pak. So jangan pasrah atau menyerah justru bangkit untuk mengatasi masalah.” Sahut teman yang lain.

Pak Agus juga menyampaikan ada tawaran membuka outsoursing, namun teman yang lain banyak yang tidak setuju. Selain bisnis ini bersipat anget-anget tahi ayam, kenapa tidak focus pada bengkel saja?

Akhirnya tiba gilirannya pemandu acara mas Gun. Nampaknya bisnis mas Gun belum begitu ada perkembangan setelah 3 minggu bertemu. Bisnis rotinya belum juga berjalan. Dan kini dia mulai melirik usaha makanan sunda?

” Wah gimana ini mas Gun. Cepat melangkah dong” teman-teman sudah tidak sabaran ingin mendengarkan kisah suksesnya. Jangan ragu and kawatir.

Akhirnya sampailah pada wifle terakhir yang disampaikan oleh mbak Wiwin pemilik Mie semar. Nampaknya mbak Win pagi ini lebih bersemangat dibandingkan pertemuan yang lalu.

Rupanya beliapun sudah membuka tabungan haji bersama suami dan keberangkatan ibu di undur. Ya benar mbak win memang jika masalah urusan ibadah kita dulu baru orang lain. Beliau juga menceritakan rasanya setelah membuka tabungan haji rezkinya semakin terbuka dan mengalir. Terbukti usahanya membuka jaitan sudah mendapatkan order.

Ya terus jaga momen ini, jangan sampai berhenti terus kembangkan dan jangan lupa sholat dhuha sebagai ibadah pembuka rezki. Insya Allah rezki akan terus mengalir dengan kencangnya.

Rasanya pertemuan MM ini cukup bermanfaat jika kita mau mengambilnya. Jika pertemuan ini dianggap telaga, maka akan banyak kesan yang diperoleh darinya. Ada orang yang berkesan apanya yang berkesan dari telaga ini, pemandangannya biasa-biasa saja dan isinya juga cuma air. Namun ada orang yang beranggapan telaga ini cukup indah udaranya segar, airnya jernih dan riak-riak gelombangnya sangat indah.

Begitulah kita seharusnya memandang disetiap pertemuan MM ini. Kita bisa mengambil pengetahuan, semangat dan pengalaman dari teman-teman kita. Kita bisa saling berlomba untuk mewujudkan menunjukan karya terbaik yang dapat kita lakukan.

Sebenarnya dibalik tujuan naik haji bersama tahun 2012 ada suatu hal yang sangat bermanfaat bagi kemajuan kita masing-masing, yaitu memunculkan keberanian dan kekuatan untuk mewujudkan keinginan yang kita rasa tidak mampu kita raih.

Jika naik haji 2012 ini terwujud, saya yakin kesuksesan akan semakin mudah kita raih. Karena kita sudah mempunyai bukti, kita bisa melakukan hal-hal yang kita rasa belum sanggup untuk melakukannya.

Selamat, salam sukses. See you in the top

==kiriman pak Mualif==

Published in: on Juli 14, 2009 at 9:14 am  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , , , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://mmc1.wordpress.com/2009/07/14/mmc1-di-bunderan-golf/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: