MMC1 Berpadu Janji

Dalam pertemuan kelompok mastermind Cikarang 1 kali ini, meski tidak lengkap dihadiri oleh seluruh anggotanya, tetapi acara berjalan dengan lancar dan dalam suasana yang terlihat lebih sinergis.

Satu demi satu para peserta pertemuan menunjukkan tabungan hajinya. Ada yang di BANK A dan ada juga di BANK B.

“Tapi isinya cuma 1 juta pak, karena saat ini adanya ya cuma itu”

“Tidak apa pak. Nanti Allah yang akan mencukupkannya”

“Ternyata membuat niat dan mewujudkan niat itu banyak cobaannya ya pak. Sampai 3 jam lebih untuk menunggu antrian buat buku tabungan ini pak”

“Namanya saja berbuat baik, pasti banyak cobaannya”

Saling bersahutan, para peserta pertemuan menyampaikan komentarnya.

Acara pertemuan yang hanya dihadiri oleh 6 orang anggota itu ternyata justru sangat optimal. Mungkin itu sebabnya kelompok MM sebaiknya beranggotakan 6-8 orang saja. Itu adalah jumlah ideal agar semua peserta dapat berinteraksi secara aktif.

Salah seorang peserta yang biasanya lebih banyak diam, akhirnya ikut juga berkomentar, sehingga rasanya dada menjadi plong. Semua beban yang ada telah dibagikan dan masukan dari teman-teman telah membuat beban itu menjadi tantangan baru yang menggairahkan.

Ketika bicara masalah target naik haji, tanpa terasa dada menjadi sesak dan air mata mengucur tanpa tertahan lagi. Tak ada waktu untuk bersembunyi dan yang ada hanyalah puji syukur karena telah dikaruniai teman-teman baru yang seperti saudara, saling mengingatkan dalam kesabaran dan kebenaran.

Mulut bisa bicara bermacam bahasa dan hanya hati kita yang tidak bisa bicara bermacam bahasa. Bahasa hati kita hanya satu, itulah bahasa yang langsung sampai pada Tuhan.

Pertemuan selanjutnya, KMM Cikarang 1 ini akan bertempat di rumah pak Sangadi Budi, dengan topik bahasan masalah PENJUALAN [sales], nantinya akan disampaikan oleh pak Chairunas.

Bapak yang satu ini memang diam-diam menghanyutkan. Dengan modal tanpa punya usaha satu buahpun, bahkan berpikir tentang bisnis saja belum ada, tahu-tahu punya bisnis jualan sabun curah. Kemudian ketika pasang target langsung tercapai.

Di pertemuan selanjutnya pak Nas kembali memasang target yang lebih menantang, dan target itu tercapai lagi, dan semua itu hebatnya kuncinya hanya satu, yaitu PERTEMANAN !

Dengan networking yang kuat, maka bisnisnya melaju dengan kencang.

Pak Agus, yang mendalami bisnis bengkel sepeda motor sampai saat ini belum berhasil meningkatkan usaha bengkel sepeda motornya dengan angka yang signifikan, sehingga masukan dari teman-teman membuat pak Agus kembali optimis, bisnisnya akan dapat berkembang lagi.

“Silahkan diadakan hari servis sepeda motor gratis dan ini akan membuat bengkel pak Agus terkenal, bengkel kelihatan ramai dan omzet bisa meningkat “

Bakmi Semar yang dikelola oleh mbak Win, terlihat juga omzetnya menurun. Hal ini terjadi mungkin karena nama bakmi Semar dirubah menjadi PADASUKA.

Mbak Win juga mulai merambah dunia jahit menjahit. Dalam waktu dekat ini, Mbak Win akan melakukan produksi jilbab yang dimodifikasi, sehingga tampil lebih memikat dan margin yang lebih baik. Ini dilakukan mengingat sebentar lagi akan datang bulan puasa dan hari lebaran.

Mas Budi, saat ini mengelola usaha pendidikan anak-anak dan baju muslim. Semuanya lancar-lancar saja, sehingga kondisinya sudah stabil. Hal ini harus diwaspadai, jangan sampai kondisi ini tiba-tiba berubah menjadi menurun tajam.

Untuk mengantisipasi hal itu, pak Budi mulai mencari bentuk pengembangan, antara lain dengan menambah cabang pendidikan dan pembuatan target peningkatan omzet busana muslim.

Satu-satunya blogger dalam kelompok ini punya target yang berbeda dengan teman-temannya. Ia berani menyebut tanggal tercapainya target, yaitu pada tanggal 14 September 2009 sudah selesai menyusun sebuah buku dalam format hardcopy.

Suasana pertemuan yang guyub ini awalnya didahului oleh cerita dari pak Ketua tentang makna dari sumpah palapa dari Gadjah Mada.

“Saya tidak akan ……….. sebelum saya berhasil melakukan …….”, begitu inti sumpah Maha Patih Gadjah Mada

Sebuah kalimat yang sederhana namun bermakna sangat dalam.

Semoga KMM Cikarang 1 ini terus meningkatkan sinergi dari semua anggotanya, sehingga semua target para anggota KMM Cikarang 1 dapat tercapai dengan ijin Allah swt.

Amin

Di akhir acara, semua peserta pertemuan mendapat hidangan yang tak terduga. Apalagi kalau bukan Bakmi Semar yang lezat itu.

Published in: on Juni 22, 2009 at 12:22 am  Comments (2)  
Tags: , , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://mmc1.wordpress.com/2009/06/22/mmc1-berpadu-janji/trackback/

RSS feed for comments on this post.

2 KomentarTinggalkan komentar

  1. Agar forum pertemuan MMC1 cikarang lebih berdaya guna bagin para pesertanya, maka diharapkan setiap kali pertemuan diharapkan para peserta benar-benar mau menanganalisa usahanya, kemudian dicari apa yang salah. lalu masalah-masalah ini disampaikan di pertemuan untuk dimintakan solusi kepada peserta yang lain.
    saya yakin, kenapa banyak orang yang tidak bisa naik tarap hidupnya, kariernya atau usahanya karena disebabkan kurang adanya kemauan dari yang bersangkutan untuk mencari yang salah dalam hidupnya.

    Kebanyakan orang beranggapan, semuanya tidak ada masalah semuanya berjalan dengan lancar.

    Hal yang sama pernah terjadi pada diri saya. Dulu ketika masih bekerja, saya merasakan apa yang aku peroleh dan karier yang aku tapaki sudah wajar. maka tidak ada yang perlu diubah dalam sikap dan wawasanku.
    namun ketika berkunjung ke kakak kuliah, dia sudah menjadi manager. informasi ini membuat saya panas dan iri.” Wah masak saya kalah sama dia. Betul dia kakak kelas. betul dia dulu mantan ketua BEM. tetapi apakah aku juga tidak bisa seperti dia. okelah aku dulu kalah, ketika kuliah, namun sekarang aku tidak mau kalah lagi. aku harus jadi manager. apapun yang terjadi.”

    Semangat ini membuatku mendalami ilmu kepemimpinan dan manajerial dan akhirnya satu tahun berikutnya jadi manajer.

    Dari kisah ini dapat diambil pelajaran bahwa untuk bisa mengetahui apakah katier kita berjalan ditempat, lambat atau melesat, harus ada tolok ukur. dan tolok ukur yang mudah adalah dengan membandingkan apa yang kita raih, kita miliki dibandingkan dengan kuliah kita.

    Jadi kita berkompetisi untuk kebaikan dan kemajuan diri. apa itu salah?

    Kita dapat berkompetisi dalam segi apapun dengan teman kita, yang penting kompetisi kebaikan. dan tentunya tidak saling menjegal, karena tidak ada untungnya. kita tidak akan tambah kaya dengan membuat teman kita miskin.

    Oke selamat berlomba. marei kita berlomba-lomba demi kebaikan.

    Selamat berlomba

    • Salam

      Terima kasih pak Mualif Wijono

      Komentar bapak menambah wawasan para pembaca artikel ini.
      Semoga bermanfaat.
      Amin

      Salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: