Lilo kecil jadi penasihat Mastermind Cikarang 1

Pagi-pagi aku menyiapkan perlengkapan untuk membuka warung lesehan di Cimart dalam rangka Bazar bulanan yang rencananya akan menjadi agenda rutin Cimart. Sebentar kemudian datang pak Nana dan pak Ipung, dua tokoh Cimarter yang memang tidak patut diragukan lagi kegigihannya mendukung semua kegiatan CiMart.

Setelah selesai menggelar tikar, menghidupkan kompor blue energy [baru], maka akupun meluncur ke rumah untuk mengambil perlengkapan lainnya, termasuk bahan untuk membuat Mie Hijau.

Jam 10.00 tepat, maka acara Bazar sudah mulai ramai dan akupun meninggalkan acara ini untuk mengikuti acara yang lain, yaitu wisata bisnis bersama MMC1 [Mastermind Cikarang 1]. Sambil tersenyum akupun jadi ingat beberapa acara tabrakan yang sering terjadi dalam hidupku. Kadang dua acara tabrakan dan beberapa kali aku juga mengalami tabrakan acara yang lebih dari dua acara dan akhirnya gagal kuikuti semua. Hari ini, alhamdulillah, aku sukses mengikuti kedua acara yang tabrakan itu. Itulah sinergi !

Ini adalah perjalanan bisnis menuju ke Bengkel pak Agus di Karawang.

Ada tujuh orang yang mengikuti perjalanan bisnis ini. Tujuannya adalah memberi masukan pada usaha bengkel yang dikelola oleh salah satu anggota MMC1. Kalau biasanya masukan diberikan saat diadakan pertemuan rutin MMC, maka kali ini rombongan MMC1 ini langsung menuju lokasi yang didiskusikan, sehingga diharapkan aura bisnisnya lebih terasa saat akan memberikan masukan. Yang juga membuat suasana menjadi lain adalah ikutnya Lilo dalam rombongan ini.

Begitulah, kita akhirnya sampai ke lokasi Bengkel.

Beberapa teman langsung berdiskusi tentang bagaimana sebaiknya bisnis bengkel ini dikelola dengan cara yang lebih baik. Masukan ini ada yang sudah dilakukan dan ada juga yang langsung ditindak lanjuti dengan “action” nyata.

Pak Rui dan pak Budi langsung memindahkan tempat jualan ban ke halaman depan bengkel. Rak ban ini tadinya berada di dalam ruangan bengkel dan mengganggu lalu lintas di dalam bengkel, sehingga begitu dipindahkan ke luar ruangan, suasana dalam bengkel jadi terasa lebih lega dan bengkelpun tampil lebih impresiv.

“Debu di ban ini harus dibersihkan”, begitu saran Lilo yang kemudian ternyata dilaksanakan oleh pak Rui.

Wah lilo sudah punya naluri bisnis juga rupanya. Memang lilo terlihat mondar mandir di bengkel dan di luar bengkel. Beberapa saat kemudian Lilo kembali menyampaikan masukannya, ” kok nggak ada pelek pak?”

“Stiker scotch light juga gak ada..”, begitu Lilo kembali memberikan masukannya.

Beberapa saat kemudian pak Mualib, ketua rombongan, juga memberikan masukan tentang perlunya pengadaan stok spare part yang paling sering dibeli dan dicari yang harganya murah agar tidak mengganggu perputaran modal [cash flow].

Kembali ucapan Lilo menjadi salah satu masukan buat diskusi para orang tua di bengkel ini.

Acara hari ini benar-benar terasa berbeda. Mungkin kelompok mastermind lain pernah mengadakan hal semacam ini, tetapi bagi MMC1 ini adalah kegiatan wisata bisnis perdana yang membuat pertemuan rutin menjadi tidak monoton.

Jadi inget beberapa bulan lalu, pak Gun juga telah memberikan idenya untuk melakukan pertemuan di udara terbuka. Pertemuan rutin MMC memang kadang memgalami pasang surut peserta, tetapi dengan adanya variasi model pertemuan, maka sampai saat ini MMC1 tetap rutin melakukan pertemuan sesuai jadwal.

Insya Allah MMC1 terus melahirkan ide-ide baru dan selalu sukses mengadakan acaranya. Saat ini acara besar yang sudah menghadang adalah Workshop Cara Cepat Menulis Buku dengan metode 12 PAS, tanggal 16 Januari 2010 di Resto Samikuring.

Semoga sukses. Amin.

+++

Sampai di Bengkel, langsung melihat situasi kondisi setempat.

Setelah rak ban dikeluarkan dari dalam bengkel. Sepeda motor yang ada di dalam bengkel, meskipun milik montirnya atupun milik siapa saja, dikeluarkan juga dan ditempatkan di dekat rak ban agar suasana bengkel terlihat lebih impresif.

Lilo merasa debu di ban yang masih baru ini terlalu tebal, sehingga perlu dibersihkan dulu agar tidak malah menjadi publikasi negatip.

Pak Rui dan pak Budi tidak mendengar masukan Lilo, tetapi jalan pikiran mereka sama dengan Lilo, sehingga langsung “action” untuk membersihkan ban yang ada di rak ban tersebut. Lilo memgawasi seolah-olah dialah bosnya. Hehehe…

Final check kebersihan ban oleh Bos LiLo. Hehehe…semoga jadi bos beneran nanti kalau kamu sudah besar ya nak. Insya Allah, Amin.

Published in: on Januari 3, 2010 at 7:20 am  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , , , , ,

Bedah Buku “Pak Dhe GeBloG”

Tak bisa diingkari lagi bahwa aku sangat senang ketika akhirnya bukuku laku. Apalagi terjualnya di kalangan elite ITB dalam rangkaian acara BlogShop Kompasiana.

Acara jualan buku ini tadinya tidak masuk acara kompasiana, tetapi teman-teman bloggerbekasi yang ikut dalam acara kompasianalah yang  membuat acara jualan bukuku masuk dalam acara blogshop kompasiana.

Inilah yang membuatku tersenyum. Pasti teman-teman kompasiana kaget dengan tingkah laku para kompasiana yang berasal dari bekasi ini. Mereka lebih suka pakai otak kanan dibanding otak kiri. Action dulu, mikir kemudian. Kalau salah? Ya segera action untuk memperbaiki kesalahan yang ada.

Komunitas Be-Blog [Bloggerbekasi.com] memang sudah kerasukan “racun” dari teman-teman TDA Bekasi yang suka makai otak kanan dibanding otak kiri. Yang terlihat menarik dan bermanfaat bagi blogger bekasi, maka mereka [para peracun ini] pasti langsung saja melakukan “action”-nya.

Itulah yang dilakukan oleh teman-teman kompasiana yang tergabung dalam komunitas Be-Blog. Dalam acara blogshop kompasiana di ITB, merekapun jualan buku. Hasil penjualan bukunya semuanya disumbangkan kepada komunitas bloggerbekasi [Be-Blog] yang akan segera mengadakan launchingnya.

Acara jualan buku ini akan diulangi lagi pada acara buka bersama para anggota Be-Blog tanggal 12 September 2009 di BCP [Bekasi Cyber park]. Acara yang unik ini akan merupakan ajang pemanasan launching Be-Blog. Unik karena yang hadir benar-benar blogger bekasi yang cinta akan bekasi. Mereka datang sendirian atau berombongan tidak menjadi masalah, karena mereka akan membayar sebesar makanan yang mereka makan. Istilahnya YarWe, mbayar dewe-dewe alias bayar sendiri-sendiri.

Bagi yang sudah pernah membaca bukuku, maka mereka akan memberikan testimoninya.

Mau gabung?

Silahkan datang di acara bedah bukuku, tanggal 12 September 2009. tempatnya di BCP. Waktunya sebelum buka puasa. Harga tiket? Cukup membayar sesuai makanan yang dimakan. Acara ini adalah pemanasan untuk acara peluncuran bukuku di Resto Samikuring, tanggal 13 September 2009. Acara dimulai dengan santunan anak-anak yatim dari Jaguar Music dan dilanjutkan dengan peluncuran bukuku.

Salam FUNtastic.

+++

pelajaran hari ini : mimpi kita ternyata pasti terwujud, jadi mulailah bermimpi karena alam semesta dengan ridlo Allah swt akan mewujudkan mimpi itu, jadi kalau bermimpi saja malas, maka dijamin tidak akan bisa kemana-mana. untuk bisa bermimpi dan mewujudkan mimpi, silahkan ikut kelompok para pemimpi [kelompok masterminda TDA dimanapun anda berada]

Published in: on September 6, 2009 at 3:26 pm  Komentar (2)  
Tags: , , , , , ,

Infaq [gak] perlu Ikhlas [?]

“Apalah artinya bila kita menyumbang berjuta-juta, tapi tidak ikhlas? Sia-sia !”, begitu yang sering kita dengar dari para guru kita [jaman dulu].

Sekarang, apakah kalimat itu masih berlaku? Ataukah sudah ada kalimat lain yang lebih cocok untuk kondisi masa kini?

Sebuah imil dari pak Ato [KTB] yang kubaca di milis TDA menyadarkan aku bahwa kalimat itu sudah punya pesaing yang tidak kalah ampuhnya.

“Mau nyumbang? Gak perlu pakai ikhlas, sumbang saja, titik !”

Begitu kira-kira inti dari kalimat panjang lebar pak Ato.

“Dari sepuluh sumbangan yang kita berikan, siapa tahu ada sebagain kecil yang ikhlas kan lumayan”

“Bandingkan kalau kita tidak pernah nyumbang, maka kapan kita ikhlas pasti gak akan pernah terjadi”

Kupikir ada benernya juga pendapat itu.

“Mari kita latihan  ikhlas dengan cara menyumbang sesering mungkin, kemanapun ada kesempatan”

“Ikhlas itu perlu latihan, jadi dengan menyumbang sesering mungkin sama saja dengan latihan ikhlas. Kalau sering latihan, isnya Allah, nanti akan sukses untuk menyumbang dengan ikhlas. Amin”

Saat ini ada berita musibah gempa di sekitar Bandung, Garut, Ciamis, itulah saatnya dibuka acara latihan ikhlas. Setiap ada musibah maka itu seperti pembukaan training ikhlas.

Meski begitu, musibah tidak identik dengan kesempurnaan menuju keikhlasan. Latihan ikhlas yang benar adalah dengan melihat lingkungan kita sehari-hari.

Musibah itu bagai latihan ikhlas yang mudah dilakukan, karena memang sering ada nuansa riya’ di situ. Musibah seperti suatu faktor pendorong ikhlas dari luar, tapi dorongan ikhlas yang paling efektif awetnya adalah kemauan dari dalam diri kita untuk ikhlas.

Coba kita lihat sekeliling kita, tumbuhkan rasa empati dan mulailah menebar rahmah dengan mencoba berbagi apa saja yang bermanfaat bagi lingkungan kita.

Meski kadang ada juga faktor riya’, tapi perlu hati yang jernih untuk dapat memberikan sumbangan secara suka rela. Jadi mari kita lathan ikhlas mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri dan mulai sekarang !

Selamat latihan ikhlas, karena anggota TDA dituntut untuk selalu menebar rahmah dimanapun dia berada.

Published in: on September 5, 2009 at 9:37 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , , ,

Anggota MMC : Yuk Bantu CimarT

Bagi anggota MMC yang juga anggota CiMart, ada tawaran menarik dari pak Ceppi, Direktur Toko Cimart. Kita diperbolehkan untuk menjualkan beras Cimart, minimal 50 kg, dengan kemasan 5 kg dan 10 kg.

Yang sudah tertarik adalah sebagai berikut :

No.1 Eko Eshape
No.2 Ceppi
No 3 Wawan
No.4 Afrizal
No.5 Firman
No.6 Nana
No.7 Gun Gunawan
No.8 Anas
No.9 Parjan
No.10 Bandhi
No.11 Samsudin
No.12 Rawi
No.13 Ipung
No.14…….
Lanjutkan!

Alhamdulillah, sudah 13 karung terjual, 650 kg hanya dalam beberapa jam saja.
Silakan buruan ndaftar !!!
Tunjukkan ACTION dari anggota MMC yang juga jadi anggota CiMart.


Published in: on Agustus 13, 2009 at 11:19 am  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , , ,

Hati-hati tertular virus gila tda

Efect dari seminar “Jadi Pengusaha itu Gampang” benar-benar gila. Ide-ide untuk segera menjalankan usaha mengalir gak beraturan. Rencana bikin warung nasi semakin mantap. Tempat usaha belum ada sudah buat pasang iklan di www.seputarcikarang.com. Bikin logo iklan pake adobe photoshop 7.0. Segera hadir “Pondok Rasa Gardenville”, masakan khas sunda.

Survey bahan untuk bikin bangunan tempat usaha segera dilakukan. Ditemani tukang kayu kontraktor sebelah rumah, selepas magrib meluncur ke daerah tegal danas. Banyak sekali kayu dan balok disana, tak ketinggalan tumpukan bambu dan gombong menggunung di pekarangan rumah Pak Aceng, pemilik usaha bahan bangunan. Setelah melihat-lihat bahan dan kualitasnya akhirnya dapat diperoleh costing untuk bahan. “Ok, budget masih masuk, tinggal memastikan izin penggunaan lahan”.

Rabu malam kembali mendatangi pengurus RT gardenville untuk legalisasi izin. Sayangnya beliau belum sempat kontak dengan kontraktor setempat sehingga malam itu juga langsung kontak telpon. Speaker phone-nya sengaja “on” biar tau langsung isi pembicaraannya. Ternyata yang dibutuhkan kontraktor untuk menghidupkan kawasan itu untuk pasar adalah harus pengelola, tidak bisa perorangan. Kalau seperti ini nampaknya harus segera ganti strategi.

Dirumah pengurus RT, Pak Slamet, kita ceritakan tentang kelompok mastermind ini. Beliau sangat tertarik, karena kebetulan pekerjaannya berhubungan dengan bank syariah. Kalau ada waktu ingin mempresentasikan tentang kredit syariahnya.

Perjalanan masih panjang. Mudah-mudahan ide gila yang ditularkan dari seminar kemarin bisa segera mewujudkan impian punya usaha sendiri.

Published in: on Agustus 7, 2009 at 10:37 pm  Komentar (1)  
Tags: , , , ,

Kontributor Blog MM Cikarang

Kontributor blog mastermind cikarang

Kontributor blog mastermind cikarang

Sampai bulan Agustus awal ini, maka kontributor blog ini masih belum sebanyak anggotanya.

Silahkan daftarkan diri anda untuk mengisi blog ini. Bagi yang sudah mendaftar, jangan lupa punya account di wordpress.

Akun di wordpress ini diperlukan untuk dapat menulis di blog ini. Persyaratannya hanya akun saja, tidak harus punya blog di wordpress.

Ditunggu tulisannya.

Salam FUNtastic.

Published in: on Agustus 5, 2009 at 2:34 am  Komentar (1)  
Tags: , , ,

Kembali ke AlaM

Gemersik daun diterpa angin, gemercik air mengalir dan suara burung-burung kecil yang riang gembira mengiringi acara Mastermind Cikarang 1 [MMC1] di bundaran Golf Jababeka.

Adalah kondisi kesehatan pak Sangadi Budi yang tidak mengijinkan untuk menerima tamu yang membuat MMC1 memindahkan pertemuan dari rumah pak Sangadi Budi ke tempat ini. Ide ini muncul dari mas Gun Gunawan, yang ingin suasana santai tetapi tetap serius.

Acara dimulai dari paparan pak Nas tentang pemasaran yang baik di masa ini dan action yang sebaiknya dilakuakn etrhadap suatu ide.

Mutu sudah menjada suatu hal yang tidak bisa ditawar lagi. Mutu atau Mati, begitulah kira-kira prinsip bagian produksi agar bisa dipasarkan dengan mudah oleh pemasar.

Mutu adalah pemasaran yang diam, artinya tidak perlu banyak bicara kalau mutunya baik, maka dia akan menjadi showroom yang cantik menarik untuk produk yang kita pasarkan.

Mutu juga adalah pembunuh yang kejam, karena setiap bagian produksi melakukan produk yang tidak bermutu akan membuat produk menjadi susah dipasarkan.

Sebuah komplain dari pengguna produk kita sebenarnya tidak hanya komplain tunggal, ada 24 orang di belakang sebuah komplain. Jadi satu komplain sudah mewakili 25 komplain yang lain.

Jangan lupa, dari komplain yang mereka sampaikan kemudian kita selesaikan sehingga memuaskan mereka, tidak semuanya tetap akan memakai produk kita lagi.

Tanggapan dari para peserta MMC1 inipun beragam, misalnya saat ini selain mutu, maka yang penting lagi adalah menciptakan produk yang berbeda dengan pesaing. Inilah keunggulan produk kita yang susah diitru oleh pesaing.

Disini dibutuhkan kreatifitas yang tinggi, agar keunggulan produk kita tidak dibarengi dengan kenaakan biaya produksi.

Setelah paparan dari pak Nas selesai, maka dilanjutkan dengan  acara paparan mimpi masing-masing peserta MMC1 ini.

Pak Mualib masih mimpi untuk membuka sebuah kantor pemasaran lagi di Tangerang.

Pak Nas masih mimpi untuk meningkatkan omzet penjualan sabun curah sampai 10 ribu L/bulan.

Pak Eko masih mimpi untuk membuat sebuah kumpulan tulisan untuk diterbitkan dan di”launching” pada saat buka bersama di bulan September. tadinya direncanakan pada tanggal 14 September 2009, tetapi pak Rui juga punya acara di tanggal 11 September 2009, jadi akan digabung saja, dengan tanggal yang dekat-dekat tanggal itu.

Ada kegamangan antara terus menulis dan usaha buka Bakmi Perto, sehingga teman-teman langsung memberikan support agar terus semangat dan keras pada diri sendiri.

Resto Samikuring akan menjadi tempat pertemuan di tanggal tiu.

Pak Rui mengutarakan mimpi-mimpi jangka pendeknya. Membuat kartu anggota yang sekaligus kartu diskon dari beberapa bisnis yang dijalankan oleh masing-masing anggota MMC1.

Pak Agus terus berupaya agar fokus pada salah satu bisnisnya. Dibahas juga mengenai bisnis bengkel yang sebenarnya prospektif tetapi montirnya masih keluar masuk.

Pak Gun Gunawan, sedang mencari pilihan alternatif terbaik antara membuat kue sendiri atau mengelola restoran khas sunda.

Mbak Win beralih target, dari membuat modifikasi kerudung menjadi pembuatan tas. Saat ini suah 250 tas yang dipesan dan kesulitan dengan etnaga penjahitnya.

Semua masalah itu dibahas secara santai dan penuh canda, sehingga masing-masing peserta merasa puas denga masukan yang diterimanya.

Pertemuan yang akan datang rencananya diadakan lagi di tempat yang sama. Sejuk segar dan nyaman. Kekurangannya hanya pada laptop yang tidak ada sumber listriknya.

Sampai ketemu di pertemuan MMC1 yang akan datang.


.

Published in: on Juli 14, 2009 at 9:17 am  Komentar (1)  
Tags: , , , ,

MMC1 di Bunderan Golf

Rencana pertemuan MMC1 minggu ini di Rumah pak Sangadi Graha Asri, namun karena beliau masih dalam tarap penyembuhan dari sakitnya akhirnya disepakati tempat pertemuan dilakukan ditempat terbuka tepatnya di Bundaran golf Jababeka.

Wah ternyata pertemuan di tempat terbuka lebih nyaman dan segar. Apalagi ditambah dengan makanan yang berlimpah. Namun sayang ada satu kendala yang agak mengganggu, MCK nya tidak ada. Terpaksa deh numpang di Presiden University atau Masjid Al Azhar, untuk buang hajatnya.

Sayang pertemuan kali ini tidak lengkap. Paling tidak ada 3 peserta yang tidak hadir. Namun walaupun demikian acara malah lebih semarak dan terasa agak terharu.

Bagaimana tidak, sebelum acara dimulai pak Rui menceritakan bagaimana perjuangannya membuat tabungan haji, dengan uang yang hanya Rp.505.000,-. Kemudian ditambah Mbak Wiwin yang merasakan rezkinya tambah deras mengalir setelah meniatkan diri berhaji dan membuka tabungan haji.

Oke. Selamat deh kepada mereka berdua yang telah mengambil langkah nyata membuka tabungan haji.

Mudah-mudahan rencana berangkat Tahun 2012 benar-benar terwujud. Berarti sekarang sudah ada 5 peserta yang sudah mempunyai tabungan haji. Pak nas dan Mas Gun rencananya pertemuan depan akan membuka tabungan hajinya.

Kami tunggu pak semoga dimudahkan.
Amin.

La yang lain gimana? Mas Ary dan Mbak yayuk.

Setelah peserta kumpul semua lalu Mas Gun membuka acara dan dilanjutkan dengan presentasi oleh Pak Nas, yang berbicara masalah “Pengaruh Mutu Terhadap Penjualan”. Begitu kira-kira judulnya.

Dari apa yang disampaikan pak Nas dapat disimpulkan bahwa trend pemasaran jaman sekarang dan akan datang akan ditentukan oleh keunikan dan kualitas barang .

Oleh sebab itu sekarang banyak kita temui perusahaan-perusahaan seakan berlomba melakukan inovasi untuk menjadi yang terunik dan unggul.

Untuk menjadi pemenang dalam persaingan ini pengusaha diharapkan memperhatikan setiap keluhan yang disampaikan pelanggan. Karena ternyata keluhan pelanggan mempunyai efek yang luar biasa.

Dari penelitian diproleh hasil bahwa 1 pelanggan yang kecewa sebenarnya mewakili 25 pelanggan yang lainnya. Sementara loyalitas pelanggan menentukan besar kecilnya profit dari perusahaan tersebut. Karena ternyata untuk mencari pelanggan baru biayanya lebih dari 10 x dibanding biaya untuk mempertahankan pelanggan yang ada. Dan yang menarik lagi ternyata ide inovasi 80 % karena adanya keluhan dari pelanggan. Karena itu jangan anda takut atau menghindari pelanggan yang mengeluh atau yang bawel sekalipun. Karena pelanggan yang bawel dapat dipakai untuk mempromosikan produk kita.

Lo kok bisa. Ya ceritanya begini, ketika om Bob Sadino masih jualan sayur pakai gerobak ke komplek-komplek perumahan. Om bob dikenal sebagai sebagai pedagang yang jujur dan baik hati.

Om Bob mempunyai pelanggan ibu-ibu yang bawel namun mereka ini mempunyai teman yang banyak karena aktip di berbagai kegiatan.

Selama ini ibu tadi puas dengan pelayanan om Bob. Suatu ketika om Bob menemukan ide untuk menggaet ibu-ibu di komplek itu agar menjadi pelanggannya. Ketika si ibu bawel ini membeli telur sengaja om Bob menyelipkan satu telur busuk. Kontak besuk nya om Bob mendapat dampratan. Om Bob sudah menduga akan terjadi hal semacam itu. Maka dia minta maaf dan akhirnya mengganti 1 telur busuk itu dengan 1 Kg telur yang bagus.

Wah Ibu bawel itu girangnya luar biasa dan dia tak henti-hentinya menceritakan pengalamannya itu kepada teman-temannya. Maka dengan seketika langganan om Bob meningkat lebih dari 2 x lipat.

Kemudian acara dilanjutkan dengan wifle. Giliran wifle yang pertama kali jatuh pada pak Mualif.

Pak Mualif merasa bersyukur sekali dimana pada bulan Juni yang lalu mendapat omzet tertinggi dalam 6 bulan terakhir di tahun 2009 ini.

Peningkatan omzet ini dibantu oleh peran internet. Dalam bulan itu tidak kurang 200 juta diperoleh melalui internet. Namun pak mualif juga tidak lupa meningkatkan peran sales door to door. Karena peras sales ini sangat penting untuk merebut pelanggan yang sudah dikuasai oleh pesaing. Namun pak Mualif merasa mempunyai kendala mencari sales yang dapat dihandalkan.

Ada saran ?

Wifle berikutnya giliran pak Nas. Beliau menceritakan usaha sabun curahnya yang mulai menunjukkan kemajuan. Beliau juga berkeinginan membuka usaha Mie Perto. Namun keinginan beliau ini mendapat tentangan teman-teman. “Kenapa tidak focus di usaha sabun curah saja”. Kata salah seorang teman. Padahal usaha ini sangat menjanjikan dan bisa menjadi usaha bersekala besar. Karena jika dilihat, usaha yang dilakukan tidak seberapa tetapi omsetnya bisa berlipat.

Apalagi jika mau benar-benar digeber, peningkatan omzetnya bukan hanya 100 % , bahkan ada teman yang optimis bisa meningkatkan omset 1000%.

Wajah pak nas nampak merah, seakan tak percaya. Itulah indahnya MMC1 selalu ingin temannya bisa meraih kesuksessan setinggi mungkin.

Kenapa ragu pak nas? Jangan kawatir teman-teman akan membantu dan berdoa.

“ dalam mengembangkan usaha yang penting adalah pengaturan keuangan. Jangan ingin lekas kelihatan kaya, tetapi berusahalah untuk menjadi kaya. Artinya jika ada uang atau profit gunakan untuk meningkatkan omset dan modal. Bukan untuk membeli barang asset apalagi yang konsumtip. Tahan segala keinginan sekuat tenaga nanti jika sudah berlebih bolehlah dipakai untuk memanjakan diri. Namun ingat jangan kosumtip.” Saran pak Mualif.

Matahari sudah semakin panas, namun nampaknya peserta sangat menikmati acara ini. Apalagi kita juga kedatangan tamu dari calon anggota MMC3.

Wifle berikutnya giliran Mas Eko. Beliau mengeluhkan akhir-akhir ini tidak focus pada keinginannya untuk menulis padahal tanggal 14 September sudah semakin dekat.

Beliau juga mengutarakan ingin membuka mie perto. Namun dia takut tidak nyambung dengan kegilaanya untuk menulis.

Menanggapi kepesimisanya mas EKO, teman yang lain menyaut.” Anda tahu pemilik burger dari bali ? jika gak salah namanya Londen, beliau ini hanya lulusan STM. Sekarang beliau sukses menjadi juragan Burger dan menulis buku best seller 4 judul. Hanya lulusan STM. Kita ini sarjana nulis saja gak bisa apalagi jadi buku.” Kata pak Mualif seakan geregetan pada dirinya sendiri.

Setelah mas Eko kini giliran mas Rui yang punya JM studio itu. Ada satu hal yang perlu dicatat dari apa yang diutarakannya. Jika ada peluang tangkap dulu. Baru dipikirkan. Gak masalah kali ini rugi atau untung tipis tetapi yang penting kita dapat pengalaman dan tentunya calon pelanggan setia. Karena itu tidak salah jika mas Rui selalu nampak semangat dan peluang terus mengalir. Karena semangatnya sampai-sampai mau buka tabungan haji uangnya hanya pas-pasan.

Giliran berikutnya Pak Agus yang masih kelihatan gamang untuk memilih usaha apa yang akan ditekuni. Bisnis bengkelnya sebenarnya sudah mulai nampak ada kemajuan karena sudah bisa dipakai untuk menggaji karyawannya. Namun masalah masih terus datang, teknisinya pergi lagi.

“ wah itu pertanda bapak mulai maju pak. So jangan pasrah atau menyerah justru bangkit untuk mengatasi masalah.” Sahut teman yang lain.

Pak Agus juga menyampaikan ada tawaran membuka outsoursing, namun teman yang lain banyak yang tidak setuju. Selain bisnis ini bersipat anget-anget tahi ayam, kenapa tidak focus pada bengkel saja?

Akhirnya tiba gilirannya pemandu acara mas Gun. Nampaknya bisnis mas Gun belum begitu ada perkembangan setelah 3 minggu bertemu. Bisnis rotinya belum juga berjalan. Dan kini dia mulai melirik usaha makanan sunda?

” Wah gimana ini mas Gun. Cepat melangkah dong” teman-teman sudah tidak sabaran ingin mendengarkan kisah suksesnya. Jangan ragu and kawatir.

Akhirnya sampailah pada wifle terakhir yang disampaikan oleh mbak Wiwin pemilik Mie semar. Nampaknya mbak Win pagi ini lebih bersemangat dibandingkan pertemuan yang lalu.

Rupanya beliapun sudah membuka tabungan haji bersama suami dan keberangkatan ibu di undur. Ya benar mbak win memang jika masalah urusan ibadah kita dulu baru orang lain. Beliau juga menceritakan rasanya setelah membuka tabungan haji rezkinya semakin terbuka dan mengalir. Terbukti usahanya membuka jaitan sudah mendapatkan order.

Ya terus jaga momen ini, jangan sampai berhenti terus kembangkan dan jangan lupa sholat dhuha sebagai ibadah pembuka rezki. Insya Allah rezki akan terus mengalir dengan kencangnya.

Rasanya pertemuan MM ini cukup bermanfaat jika kita mau mengambilnya. Jika pertemuan ini dianggap telaga, maka akan banyak kesan yang diperoleh darinya. Ada orang yang berkesan apanya yang berkesan dari telaga ini, pemandangannya biasa-biasa saja dan isinya juga cuma air. Namun ada orang yang beranggapan telaga ini cukup indah udaranya segar, airnya jernih dan riak-riak gelombangnya sangat indah.

Begitulah kita seharusnya memandang disetiap pertemuan MM ini. Kita bisa mengambil pengetahuan, semangat dan pengalaman dari teman-teman kita. Kita bisa saling berlomba untuk mewujudkan menunjukan karya terbaik yang dapat kita lakukan.

Sebenarnya dibalik tujuan naik haji bersama tahun 2012 ada suatu hal yang sangat bermanfaat bagi kemajuan kita masing-masing, yaitu memunculkan keberanian dan kekuatan untuk mewujudkan keinginan yang kita rasa tidak mampu kita raih.

Jika naik haji 2012 ini terwujud, saya yakin kesuksesan akan semakin mudah kita raih. Karena kita sudah mempunyai bukti, kita bisa melakukan hal-hal yang kita rasa belum sanggup untuk melakukannya.

Selamat, salam sukses. See you in the top

==kiriman pak Mualif==

Published in: on Juli 14, 2009 at 9:14 am  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , , , , ,

MMC2 : Demo Masak Mie Pageti

Luar biasa semangat pak Ipung pada pertemuan MMC2 hari ini. Datang paling duluan dan lengkap dengan pasukannya. Sudah begitu, ketika acara MMC2 telah usai, pak Ipung langsung mampir ke Cimart untuk melanggengkan budaya solusi belanja hemat.

Bintang hari ini jelas pak Iman yang biasanya menjadi tukang suruh-suruh, hari ini berubah menjadi tukang disuruh-suruh.

“Ditekan saja pak, jangan digerus. Biarkan pecah tapi tidak sampai hancur”, begitu kata komandan Mie Perto, dan pak Iman tanpa reserve langsung mengerjakan semua perintah yang didengarnya.

Dimulai dari buat adonan berdasar rumus yang dissmpaikan, kemudian dilanjutkan dengan pemotongan adonan dan pem,buatan adonan menjadi segi empat, maka dalam beberapa saat saja terciptalah mie yang dijamin enak dan tanpa bahan pengawet.

 buat selendang tepung dan masukkan ke mesin
jadilah mie yang segar dan berkualitas

Begitulah kelebihan dan kelemahan mie perto ini. Kelebihannya jelas pada mutu yang sangat tinggi dan rasa yang segar karena memang dibuat pada saat itu dan dimasak pada saat itu juga. Kelemahannya, kalau kita tidak siap, maka saat pelanggan datang berbondong-bondong, maka kita bisa kecapekan membuatnya.

 
pak Nas asyik mencatat petunjuk sang Kaisar
 
masukkan dalam air panas 12 detik saja
 
tambahkan sawi segar 

sawi nan segar [direndam dalam cairan cuka 10 menit dan pilih sawi yang daunnya berlubang]

“Kalau bapak-ibu nanti sudah mempunyai produksi lebih dari 3 kg, itu adalah saat untuk membeli mixer. Tangan kita sudah tidak sanggup lagi untuk membuat mie yang enak dan bermutu tinggi”, begitu penjelasan sang kaisar Perto.

 
kecapnya harus kecap bango ya…
[kalau tidak rasanya akan rusak]

“1 kg tepung ini bisa untuk 18 mangkok dan cukup pakai bumbu satu plastik kecil ini. Harganya hanya 5 ribu saja per-bungkus”, lanjut sang Kaisar,

“Pada umumnya seorang pedagang mie selalu khawatir kalau mienya tidak laku, maka apa yang terjadi?”

“Mienya bener gak laku pak”

“Nah .. begitulah. Kita ini punya pikiran dan yang terjadi akan sesuai dengan pikiran kita”

“Kalau kita punya niat begini pak, kalau gak laku makanan ini kan bis akita makan sendiri, gimana pak?

“Ya sama saja, tetep gak laku mienya, karena sudah yakin mau dimakan sendiri”

Kamipun tertawa mendengar tanya jawab yang dari awal memang selalu segar dan penuh canda tawa.

“Khawatir yang benar itu begini”

“….”

“Kita boleh khawatir kalau mie kita kelarisan dan labanya kebanyakan, sementara semua mesjid di sekitar kita sudah kita sumbang”

“Nah… itu baru kit aboleh kahwatir, kemana ya kita sedekahkan kekayaan kita ini”

Luar biasa memang cara sang kaisar Perto ini memberi semangat pada kita-kita. Rasanya perlu ada demo lagi di rumahku agar aku bisa ketularan jualan mie.

pilih tepung dengan kandungan protein tinggi
perlu cara khusus untuk mie keriting, tapi gampang kok mbuatnya
.
Published in: on Juli 11, 2009 at 1:15 pm  Komentar (1)  
Tags: , , ,

MMC2 Mulai Menggeliat

Pertemuan kedua MMC2 sudah mulai menemukan bentuknya. Bahkan dipakai sebagai ajang promosi untuk MMC3 yang segera akan dibentuk lagi. Hal ini terlihat dari adanya beberapa personil baru yang muncul ikut mendengarkan para anggota MMC2 berdiskusi.

Masing-masing peserta diskusi, seperti biasa, saling menyampaikan mimpinya dan peserta lain saling menyampaikan masukan yang terkait dengan mimpi yang disampaikan. Laiknya seperti teori brainstorming, semuanya memberi masukan dan tidak ada satupun yang disanggah oleh peserta lainnya.

Semua masukan, jelek atau buruk, cocok atau tidak, diterima sebagai masukan dan dibahas satu demi satu yang sekiranya paling cocok dengan kondisi yang mempunyai mimpi itu.

Misalnya masukan untuk meningkatkan publikasi warnet, yaitu mencari sekolah terdekat dan suatu kali diadakan acara ngenet gratis untuk siswa yang berprestasi di sekolah tersebut.

Masukan ini bisa jadi cocok untuk pengusaha bengkel yang ingin menaikkan keramaian di bengkelnya, karena sepi dan rame tetap membayar yang sama, maka pemilik bengkel tentu lebih senang kalau bengkelnya menjadi rame, toh biaya yang dikeluarkan tetap sama

Acara MMC2 ini dimulai dengan makan bersama, sekalian test rasa mie PERTO [emper toko]. Ini sebuah penampilan mie yang hanya punya tiga jenis rasa, yaitu enak, enak sekali dan sangat enak !:-)

Sebuah brand image yang bagus dilihat dari segi pemasaran.

Ada juga peserta lainyang bercerita tentang bisnis pakaian, dan ternyata nyambung dengan peserta lain yang juga punya usaha sejenis. Disinilah muncul suatu sinergi yang saling menguntungkan. Jalan bisnis yang tadinya samar-samar menjadi jelas, yang tadinya sudah jelas menjadi semakin jelas.

Itulah memang salah satu guna dari kelompok Mastermind ini.

Bagaimana kita bisa saling memberi, saling menyukseskan bisnis anggota kelompoknya, merupakan ciri khas dari kelompok MM ini. Yang disebut SUKSES bukanlah sukses pribadi, tapi membawa kelompoknya ikut sukses, itulah baru yang disebut SUKSES !

Salam sukses buat kelompok Mastermind Cikarang 2. Kita tunggu kelompok mastermind 3, yang anggotanya sudah antri [tinggal nunggu kompornya].

 
berfoto dulu sebagai acara wajib [narsis]
didampingi kompor abadi


.

Published in: on Juni 22, 2009 at 12:25 am  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , , ,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.